
Sumber foto : google
Pada saat ini adalah masa-masa paling mengkhawatirkan bagi sebagian teman-teman yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Mulai dari pemilihan sekolah yang bagus maupun perguruan tinggi unggulan. Berbicara masalah sekolah yang bagus maupun perguruan tinggi unggulan. Saya ingin bercerita tentang pengalaman adik teman saya yang ingin melanjutkan ke bangku sekolah Menengah Atas (SMA).
Ketika beberapa hari lalu bertemu dengannya, ia sempat bertanya kepada saya tentang,sekolah yang bagus dimana ya?. Sempat bingung sih, karena saya pikir semua sekolah itu semuanya bagus. Cuma yang menjadi perbedaannya adalah bagaimana kita bersungguh-sungguh dalam menjalaninya dan menekuninya. Jadi ketika dia bertanya seperti itu, saya bertanya balik. kamu mau sekolah SMK atau SMA?. Dia pun menjawab,SMA doong!.
Nah, dari pertanyaan itu saya langsung memberikan rekomendasi ke SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3 dan SMAN 5. Dia sempat bingung dan galau, ketika menerima rekomendasi sekolah dari saya. Karena dia masih bingung, maklum usia segitu masih labil. *(Soalnya pengalaman beberapa tahun silam), Hehe.
Sedikit sharing mengenai pengalamanku tentang memilih sekolah bagus atau nggak. Sekolah negeri atau swasta. Ini masalah nggak diterima ketika ingin masuk ke sekolah pilihan saya sebelumnya. Jadi begini ceritanya, beberapa tahun yang lalu saya memiliki pengalaman pahit ketika harus memilih sekolah mana yang bagus dan sekolah mana yang cocok dengan kualitas ilmu dan pengetahuanku. Pengalaman pahit itu dimulai ketika lulus Sekolah Dasar (SD) dan ingin melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada saat itu, saya mendaftar di SMPN 4 yang sebagian kecil pendaftarnya dari SD saya.
Dengan modal ikut-ikutan dan merasa ingin dibilang bisa sekolah di SMPN 4. Maka saya tetap bertekad untuk mendaftar di SMP tersebut. Alhasil dengan proses tes tertulis, saya tidak diterima. Pikiranku sangat kacau, karena kalau nggak diterima mau sekolah dimana entar. Tapi puji Tuhan dengan sedikit main belakang (jalur teman orang tua), saya tetap bisa melanjutkan sekolah di SMPN 7. Dengan belajar di bukan sekolah pilihan sebelumnya, tapi Alhamdulillah saya lulus dengan nilai cukup bagus diantara teman-teman satu gang . hehe.
Lanjut lagi dengan pengalaman memilih sekolah yang bagus… kali ini memasuki SMA !
Kasus yang sama pada masa tahap pendaftaran SMP harus terulang kembali. Jadi ketika saya mendaftar di SMAN 3 dan mengikuti proses tes tertulis, saya kembali nggak diterima. *payah. Kasusnya sih tetap sama, yaitu ikut-ikutan teman SMP yang mendaftar di sekolah tersebut. Berhubung sekolah itu penting untuk menyambang gelar pendidikan yang lebih tinggi, maka saya harus mencari-cari sekolah yang masih menerima gelombang II. Alhasil saya menemukan sekolah SMK Muhammadiyah 1 dan memantapkan diri untuk belajar di sekolah yang memiliki luas halaman jauh dibandingkan dengan sekolah-sekolah Negeri pada umumnya.
Heemm… ketika mengenang memori beberapa tahun silam, saya benar-benar labil 100%. Pasalnya sejak itu saya harus mendapatkan dua pengalaman pahit akibat tidak keterimanya di sekolah pilihan (bagus) mulai dari mau masuk SMP sampai mau masuk SMA.
Ketika harus memilih sekolah pilihan (bagus) dari masa SMP dan SMA saya selalu nggak diterima. Tetapi disaat harus melanjutkan pendidikan yang jauh lebih tinggi, yaitu di Perguruan Tinggi Universitas Mulawarman saya malah diterima. *Alhamdulillah
Padahal mengingat peserta SNMPTN yang mendaftar di Unmul pada tahun 2009 itu sangatlah banyak, kalau nggak salah sekitar 6000 peserta yang terdiri dari tiap daerah di Kalimantan Timur. Dari situ saya bisa merasakan kesenangan dan kebahagian ketika diterima dari hasil jerih payahku sendiri (tanpa jalur teman orang tua ataupun instan).
Nah, pengalaman diatas inilah yang seharusnya menjadi pelajaran buat teman-teman yang masih memikirkan Bagusnya sekolah dimana ya ?. Haloo… Bukan itu tujuan utama kita teman-teman. Tetapi kesungguh-sungguhan dalam belajarlah yang harus dipikirkan. Karena mau sekolah yang bagus atau unggulan sekalipun kalau teman-teman nggak serius menjalaninya, hasilnya pasti mengecewakan.
Tambahan lagi! Bahkan salah satu teman saya yang dikenal rajin sekolah, orang tuanya guru, malah nggak diterima di Universitas Mulawarman. Padahal dia sekolah di SMAN 2 yang merupakan salah satu sekolah favorit di Samarinda.
NB : Ingat kata-kata yang ada di film Negeri 5 Menara,Man Jadda Wa Jadah.
Tags: Samarinda, Unmul, Sekolah unggulan








June 14th, 2012 at 4:40 pm
postingan yg bagus
June 15th, 2012 at 7:20 am
Siapa yang bersungguh-sungguh dia akan berhasil…
Terus semangat Mas!
June 15th, 2012 at 1:43 pm
keren, lumayan banget dapat pencerahan, lagi bingung sekolahkan anak soalnya sekarang jamannya rsbi
June 15th, 2012 at 3:48 pm
SETUJU !
June 16th, 2012 at 8:47 am
Sadari bahwa sekolah di sekolah favorit bukan jaminan daapat masuk perguruan tinggi.Sangat tergantung pada kesiapan individu.Dan bangkitlah terus bahwa kegagalan adalh bukan pertanda masa depan yg gelap. Masa depan sangat tergantung pada semangat para individu untuk terus maju.Anda dapat maju darimana saja bukan tergantung pada Unlam,tapi bisa diluar itu yg penting semangat untuk maju
June 17th, 2012 at 2:09 pm
sip…sip…. hari ini saya lg bingung cari sekolah SMP yg pantas buat anak. kebetulan UN nya jatuh, padahal sehari harinya di sekolah nilainya tdk mengecewakan. so.. dengan baca tulisan ini aku bisa nasehatin walaupun tdk masuk di SMP pilihan (bagus) tp hrs tetap semangat utk tetap mjd 10 besar spt di SD.
June 19th, 2012 at 11:33 am
setuju..
dari situ saya terus belajar dari sebuah kegagalan
terima kasih sudah mau berkunjung