• 21

    Jun

    Menjadi Local Fixer Ekspedisi Warisan Kuliner Nusantara

    Bareng @melianach dan @agoesrudianto Pada tanggal 19 Juni 2014, kemarin, saya mendapat kesempatan menjadi local fixer dalam kegiatan ekspedisi Warisan Kuliner Nusantara di 34 provinsi dalam 100 hari, membuat saya merasa bangga. Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara menjadi provinsi yang masuk dalam tujuan ekspedisi tersebut. Diikuti dengan empat kota tujuan, yaitu Tenggarong, Samarinda, Balikpapan dan Tarakan (kaltara). Kegiatan ekspedisi warisan kuliner nusantara ini merupakan bagian dari kegiatan kecap Bango. Selain bangga menjadi local fixer, saya bangga bisa menjalin kerjasama dengan pihak yang memang memiliki kompetensi dan totalitas penuh di bidang kuliner. Sekaligus bisa mengenalkan dan mempromosikan makanan khas kota Samarinda. Meski pada awalnya ada sedikit kesulitan untuk
  • 30

    May

    Skripsi dan Rasa Malas

    Tak terasa masa-masa kuliah yang saya mulai dari tahun 2009 memasuki babak akhir. Ibarat ajang pencarian bakat, saya sudah memasuki tahap grand final. Tapi bedanya di grand final (kuliah) ini, saya bukan harus mengalahkan seseorang untuk mendapatkan sebuah kemenangan (Gelar sarjana). Melainkan harus mengalahkan rasa malas yang ada pada diri setiap mahasiswa tingkat akhir termasuk diriku ini. Kenapa begitu? karena masa-masa menjelang akhir kuliah atau semester akhir yang notabenenya sudah tidak ada teori lagi, begitu banyak godaan untuk menunda mengerjakan SKRIPSI. Diantaranya keasyikan bekerja, lalu skripsinya kecolongan. Terlebih rasa malas yang seolah tidak memiliki motivasi dan gairah untuk segera menyelesaikan skripsi. Kalau saya masuk dalam kategori rasa malas dan kecolongan akibat
  • 20

    Mar

    Seni Graviti, Cara Unik Berdemokrasi Soal Pemilu

    Tahun 2014 bisa dikatakan sebagai tahunnya politik. Dimana pada bulan April dan Juli akan ada hajatan hidup orang banyak terkait demokrasi dan kepemiluan. Perbincangan soal demokrasi dan kepemiluan ini seolah tak mengenal ruang dan waktu. Gema poitik mulai merangsuk masuk di setiap lini kehidupan sehari-hari. Tua dan muda mulai membahasnya, bahkan ada yang sekedar menyinggung bahwa politik itu hanya diisi oleh si pemilik kepentingan. Masyarakat pun kerap dijadikan sasaran bagi para kandidat partai politik untuk bisa mendapatkan simpatisan dan meraih kemenangan. Perbincangan politik ini semakin menumbuhkan rasa emosional yang mendalam. Sehingga muncul dua pilihan mendasar, yaitu ikut terlibat dalam demokrasi dan kepemiluan atau membiarkan mereka menggrogoti hati nurani kita dengan pemberi
  • 16

    Mar

    @GergajiKaltim Mengajak Blogger Bekesah Soal Demokrasi

    John Naisbit, penulis buku terkenal menegaskan bahwa “Sejatinya kita ini sedang tenggelam dalam pusaran informasi, tetapi tetap merasa haus dan lapar pengetahuan”. Informasi memang tak serta merta akan menjadi pemicu perubahan, tidak secara otomatis pula akan mendorong seseorang untuk bertindak. Sebab informasi yang disampaikan tanpa konten dan konteks yang tepat hanya akan berakhir menjadi deret huruf dan kata tanpa makna. Scientia Potensial Est, pengetahuan adalah kekuatan begitu pepatah dalam bahasa Latin. Namun untuk menjadikan informasi sebagai pengetahuan tentu perlu cara dan strategi tersendiri, jika tidak maka seperti katai Albert Einstein “information is not knowledge”. Dan bahkan informasi bisa memicu malapetaka sebagai mana diingatkan oleh Tsun Zu lewa
  • 14

    Mar

    Soal Kabut Asap di Riau, Akhirnya @SBYudhoyono Ngetweet

    Kabut asap yang terjadi di wilayah Riau telah terjadi hampir satu bulan, akibat kabut asap yang tak berangsur pulih menyebabkan sedikitnya 49.000 orang menderita iritasi pernapasan di Pekanbaru dan sekitarnya. Tak sedikit Masyarakat Indonesia merasa prihatin dan memberikan dukungan terhadap korban yang terkena dampak kebakaran lahan dan kabut asap. Ditinjau dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 49.591 orang di wilayah Riau menderita penyakit akibat asap seperti ispa, pneumonia, asma, iritasi mata dan kulit. Sejauh ini, menurutnya, ada 46 titik api yang terpantau satelit NOAA18 serta ada 137 titik api dari satelit Modis ada 137 titik di wilayah Riau. *(Dilansir oleh bbc.co.uk) Menanggapi status darurat tersebut, para netizen dan pengguna aktif media sosial melak

Author

Follow Me